Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Manajemen Waktu di Bulan Ramadhan

Manajemen Waktu di Bulan Ramadhan

Oleh: Surahmat Abu Farhan, S.H., M.Pd

Khutbah Pertama

إِنَّ ٱلْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ ٱلْحَدِيثِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَخَيْرَ ٱلْهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ ٱلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍۢ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍۢ ضَلَٰلَةٌ، وَكُلُّ ضَلَٰلَةٍۢ فِى ٱلنَّارِ.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah ‘azza wajalla yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya pahala dilipatgandakan, dan bulan yang menjadi ladang amal bagi kita semua.Pada kesempatan yang mulia ini, saya ingin mengajak diri saya pribadi dan jamaah sekalian untuk merenungkan tentang pentingnya manajemen waktu, khususnya di bulan Ramadhan.

Sering kali kita mendengar keluhan, “Saya sibuk, tidak sempat membaca Al-Qur’an.” Tetapi di saat yang sama, kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam dengan ponsel, scrolling media sosial, menonton video,atau bahkan bermain game. Kita merasa tidak ada waktu untuk menghadiri kajian, tetapi bisa duduk berlama-lama mengobrol tanpa tujuan jelas. Begitu juga dengan shalat, sering ditunda karena alasan pekerjaan atau kesibukan,tetapi saat ada acara hiburan atau nongkrong, waktu selalu tersedia.
Padahal, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. Tirmidzi)

Di satu sisi, ada yang merasa hari berlalu tanpa produktivitas karena banyak waktu terbuang untuk rebahan tanpa tujuan jelas. Namun, di sisi lain,ada orang seperti Imam Syafi’i yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali dalam sebulan. Padahal, waktu yang mereka miliki sama. Apa sebabnya?

Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor, seperti tidak adanya prioritas yang jelas, kurangnya kesadaran akan keberkahan waktu, serta godaan teknologi dan hiburan yang mengalihkan perhatian dari hal-hal produktif. Selain itu, kurangnya perencanaan dan disiplin diri membuat
banyak orang menjalani hari tanpa arah yang jelas, ditambah dengan kebiasaan menunda-nunda yang menyebabkan waktu terbuang sia-sia.Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan agar kita memanfaatkan waktu dengan baik, karena pada hari kiamat setiap orang akan ditanya tentang umur, ilmu, harta,dan kesehatannya.

Waktu adalah nikmat yang besar. Namun, jika kita tidak mengelolanya dengan baik, ia akan berlalu begitu saja tanpa membawa manfaat. Maka dari itu, mari kita manfaatkan setiap detik Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Salah satu ciri orang yang beruntung adalah mereka yang bisa mengatur waktunya dengan baik. Agar Ramadhan kita lebih bermakna, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
1. Membuat jadwal harian
Buatlah jadwal ibadah agar waktu lebih terarah. Jadwal tersebut tidak harus tertulis, tetapi kita harus memiliki pembagian waktu yang jelas, seperti kapan membaca Al-Qur’an, kapan shalat malam, kapan bekerja,dan kapan beristirahat. Dengan cara ini, kita dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak terbuang sia-sia.
2. Memprioritaskan ibadah dan amal shalih
Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan di mana setiap amal dilipatgandakan. Oleh karena itu, di tengah berbagai aktivitas duniawi maupun ukhrawi, utamakanlah ibadah sesuai dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Perbanyaklah shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir,dan bersedekah agar Ramadhan lebih bermakna.
3. Menghindari kegiatan yang kurang bermanfaat
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)
Kurangi menonton hiburan yang tidak perlu, bermain media sosial tanpatujuan, atau bergosip yang hanya membuang waktu tanpa faedah.
4. Tidur yang Cukup dan Teratur
Allah جل جلاله berfirman:

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُم ْ سُبَاتًا

“Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba: 9)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ آخِرَهُ فَيُصَلِّي

“Rasulullah tidur di awal malam dan bangun pada akhir malam untuk shalat.” (HR. Bukhari No. 1133, Muslim No. 738)
Jika tidak ada aktivitas ibadah setelah shalat tarawih, sebaiknya tidur lebih awal dan tidak begadang agar dapat bangun sahur dengan segar.
5. Maksimalkan waktu di sepuluh hari terakhir
Hadiah terbesar di bulan Ramadhan adalah malam seribu bulan. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menambah ibadah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.Beliau bersabda:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِنْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadirin yang berbahagia,

Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita. Mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih dekat dengan Allah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam menjalankan ibadah di bulan yang
penuh berkah ini.

اأَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ فَقَالَ:

اللَّهُ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَىَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِّهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالْمُفْسِدِينَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنَا شِرَارَنَا.

اللَّهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا، وَلَا يَخَافُكَ فِينَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *