Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/
Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/
Oleh: Abu Farhan
إِنَّ ٱلْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ ٱلْحَدِيثِ كِتَابُ ٱللَّهِ، وَخَيْرَ ٱلْهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ ٱلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍۢ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍۢ ضَلَٰلَةٌ، وَكُلُّ ضَلَٰلَةٍۢ فِى ٱلنَّارِ.
Saya berwasiat kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga momentum terbaik untuk kembali meneguhkan keimanan dan memperbaharui syahadat kita. Syahadat adalah inti ajaran Islam, pintu gerbang masuknya seseorang ke dalam agama Allah, dan fondasi dari seluruh ibadah yang kita lakukan. Setiap kali kita mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, kita memperbaharui janji kepada Allah untuk menjadikan-Nya satu-satunya sesembahan yang kita ibadahi.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَا أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
(QS. Yusuf: 108)
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah kepada tauhid adalah jalan hidup Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para pengikutnya. Ramadhan menjadi saat yang paling tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan ilmu yang benar, karena di bulan ini pintu-pintu rahmat terbuka lebar dan hati lebih mudah menerima kebenaran.
Setiap ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan—puasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan lainnya—harus berlandaskan keimanan yang murni. Dengan memperkuat syahadat, kita memastikan bahwa seluruh ibadah kita diterima oleh Allah, karena tanpa tauhid, amal ibadah akan sia-sia.
Selain itu, Ramadhan adalah bulan dakwah dan pembinaan umat. Oleh karena itu, mengajak manusia kembali kepada tauhid adalah salah satu amal terbaik di bulan yang penuh keberkahan ini.
Jamaah sekalian,
Dakwah kepada tauhid adalah tugas utama setiap Rasul yang diutus oleh Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda:
لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ لَهُ: إِنَّك تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي رِوَايَةٍ: إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَٰلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ…
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada Mu’adz bin Jabal bahwa sebelum menyampaikan kewajiban-kewajiban lain dalam Islam, yang pertama kali harus diajarkan adalah tauhid, yaitu syahadat Laa Ilaaha Illallah. Ini menunjukkan bahwa landasan utama agama adalah keyakinan yang benar kepada Allah, karena tanpa tauhid yang murni, amal ibadah tidak akan diterima.
Hadits ini juga mengajarkan metode dakwah yang bertahap—dimulai dari dasar agama sebelum menjelaskan kewajiban lainnya.
Begitu pula di bulan Ramadhan ini, saat kita memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat malam, dan membaca Al-Qur’an, kita harus memastikan bahwa semua itu didasari oleh tauhid yang lurus. Sebab, ibadah yang dilakukan tanpa fondasi tauhid yang benar tidak akan bernilai di sisi Allah.
Bagi para dai dan pendidik, hadits ini memberikan pelajaran bahwa dalam berdakwah, tidak boleh tergesa-gesa. Mengajak seseorang kepada Islam atau meningkatkan pemahaman agamanya harus dimulai dari tauhid, sebelum melanjutkan ke aspek lainnya. Demikian pula dalam keluarga dan lingkungan kita, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat keimanan dan mengajarkan makna tauhid kepada anak-anak serta orang-orang terdekat kita.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita juga belajar dari kisah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam Perang Khaibar, ketika beliau ingin menyerahkan panji perang kepada seseorang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ، يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ،
فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكُونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا، فَلَمَّا أَصْبَحُوا غَدَوْا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كُلُّهُمْ يَرْجُو أَنْ يُعْطَاهَا،
فَقَالَ: أَيْنَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ؟
فَقِيلَ: هُوَ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ: فَارْسِلُوا إِلَيْهِ.
فَأُتِيَ بِهِ، فَبَصَقَ فِي عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ، فَبَرَأَ حَتَّى كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ، فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ، فَقَالَ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، أُقَاتِلُهُمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا؟
فَقَالَ: انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِيهِ،
فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ.
Besok aku akan memberikan panji ini kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dia pun dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Melalui tangannya, Allah akan memberikan kemenangan.” Maka semalaman para sahabat saling bertanya-tanya siapa yang akan mendapatkan panji tersebut. Keesokan harinya, mereka menghadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan harapan masing-masing mendapatkannya. Lalu beliau bertanya, ‘Di mana Ali bin Abi Thalib?’ Para sahabat menjawab, ‘Wahai Rasulullah, dia sedang sakit mata.’ Maka Rasulullah memanggilnya, meludahi kedua matanya, dan mendoakannya. Seketika itu juga sembuh seperti tidak pernah sakit. Lalu Rasulullah memberikan panji kepadanya. Ali berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku harus memerangi mereka sampai menjadi seperti kita (masuk Islam)?’
Rasulullah bersabda, ‘Jalanlah dengan tenang hingga engkau sampai di halaman mereka. Lalu ajaklah mereka masuk Islam dan beritahukan kepada mereka kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada Allah. Demi Allah, jika Allah memberikan hidayah kepada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang paling berharga saat itu).’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah sekalian,
Dari hadits ini, kita belajar bahwa dakwah kepada tauhid adalah inti ajaran Islam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada Ali bin Abi Thalib bahwa sebelum menghadapi musuh di medan perang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyeru mereka kepada Islam. Ini menegaskan bahwa Islam adalah agama dakwah dan hidayah, bukan sekadar peperangan atau kekuatan fisik.
Lebih dari itu, hadits ini juga mengajarkan bahwa hidayah seseorang lebih berharga daripada harta dunia. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda bahwa jika Allah memberi hidayah kepada satu orang melalui usaha dakwah kita, maka itu lebih baik daripada unta merah—harta paling berharga di masa itu.
Di bulan Ramadhan, peluang untuk menyebarkan kebaikan dan mengajak orang kembali kepada Allah semakin luas. Baik dengan lisan, akhlak, maupun keteladanan dalam beribadah, semua bisa menjadi wasilah dakwah.
Selain itu, hadits ini juga menunjukkan pentingnya metode dakwah yang penuh hikmah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan Ali untuk mendekati manusia dengan kelembutan, menyeru mereka kepada Islam dengan penuh kesabaran, dan menjelaskan kewajiban mereka secara bertahap.
Begitu pula dalam bulan Ramadhan ini, saat jiwa lebih mudah tersentuh, inilah waktu terbaik untuk mengajak keluarga, anak-anak, dan lingkungan sekitar agar semakin dekat kepada Allah dengan cara yang santun dan bijaksana.
اأَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ فَقَالَ:
اللَّهُ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَىَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ.
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِّهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالْمُفْسِدِينَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنَا شِرَارَنَا.
اللَّهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا، وَلَا يَخَافُكَ فِينَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.