Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Di Penghujung Ramadhan Perkuat Raja’ dan Khauf

Di Penghujung Ramadhan Perkuat Raja’ dan Khauf

Oleh: Surahmat Abu Farhan, S.H., M.Pd

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره،ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba’du, jama’ah rahimakumullah,
Kita kini berada di penghujung Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Ramadhan seharusnya menumbuhkan dalam diri kita dua hal utama: raja’ (harapan) dan khauf (ketakutan).
Raja’ yaitu berharap semua ibadah kita diterima oleh Allah,
sementara khauf adalah takut jika ibadah kita tertolak dan tidak bernilai di sisi-Nya.

Jama’ah rahimakumullah,
Lihatlah puasa kita. Kita berharap (raja’) bahwa puasa kita diterima oleh Allah,
sehingga dosa-dosa kita diampuni dan derajat kita diangkat, sebagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَن ْ صَام َ رَمَضَان َ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِر َ لَه ُ مَا تَقَدَّم َ مِن ْ ذَنْبِه

(رواه البخاري ومسلم)

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah,
maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, kita juga harus memiliki rasa takut (khauf), karena bisa jadi puasa kita tidak diterima,
sehingga kita termasuk orang-orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga semata,
sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

رُب َّ صَائِم ٍ لَيْس َ لَه ُ مِن ْ صِيَامِه ِ إِال َّ الْجُوع ُ وَالْعَطَش

(رواه أحمد)

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)

Jama’ah rahimakumullah,
Begitu pula dengan shalat tarawih yang kita lakukan. Kita berharap (raja’) shalat kita diterima dan menjadi penghapus dosa.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَن ْ قَام َ رَمَضَان َ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِر َ لَه ُ مَا تَقَدَّم َ مِن ْ ذَنْبِه

“Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah,
maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, kita juga harus takut (khauf) bahwa shalat kita sia-sia jika disertai dengan riya’ atau tidak khusyuk.

Jama’ah rahimakumullah,
Demikian pula dengan tilawah Al-Qur’an. Kita berharap (raja’) pahala dari setiap huruf yang kita baca,
sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

مَن ْ قَرَأ َ حَرْفًا مِن ْ كِتَابِ َ َّللاَِّ فَلَه ُ بِه ِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَة ُ بِعَشْر ِ أَمْثَالِهَا

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan,
dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

Begitu pula dengan dakwah. Kita berharap (raja’) pahala dari Allah,
sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

فَوَ َ َّللاَُّ بِك َ رَجُال ً وَاحِدًا، خَيْر ٌ لَك َ مِن ْ حُمْر ِ النَّعَم

“Demi Allah, jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu,
itu lebih baik bagimu daripada unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, kita juga harus takut (khauf), karena bisa jadi dakwah kita tidak diterima
dan justru menjadi penyebab kita masuk neraka jika dilakukan dengan niat yang salah.

Begitu pula dengan sedekah yang kita keluarkan. Kita berharap (raja’) agar sedekah kita diterima
dan menjadi pemberat amal di hari kiamat, sebagaimana hadits:

الصَّدَقَة ُ تُطْفِئ ُ الْخَطِيئَة َ كَمَا يُطْفِئ ُ الْمَاء ُ النَّار

“Sedekah itu dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)

Namun, kita juga harus merasa takut (khauf), karena bisa jadi bacaan Al-Qur’an kita
dan sedekah kita justru menjadi penyebab kita masuk neraka.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda tentang tiga golongan yang pertama kali masuk neraka:

إِن َّ أَوَّل َ النَّاس ِ يُقْضَى يَوْم َ الْقِيَامَة ِ عَلَيْهِ، رَجُل ٌ تَعَلَّم َ الْعِلْم َ وَعَلَّمَهُ، وَقَرَأ َ الْقُرْآنَ،
فَأُتِي َ بِه ِ فَعَرَّفَه ُ نِعَمَه ُ فَعَرَفَهَا، قَال َ فَمَا عَمِلْت َ فِيهَا، قَال َ تَعَلَّمْت ُ الْعِلْم َ وَعَلَّمْتُه ُ وَقَرَأْت فِيك َ الْقُرْآنَ، قَال َ كَذَبْت َ وَلَكِنَّك َ تَعَلَّمْت َ الْعِلْم َ لِيُقَال َ عَالِم ٌ وَقَرَأْت َ الْقُرْآن َ لِيُقَال َ هُوَ َ
قَارِئٌ،قَد ْ قِيل

“Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang belajar ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an.Maka, ia didatangkan dan diperlihatkan nikmat-nikmat Allah kepadanya, lalu ia mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Aku telah mempelajari ilmu,mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an karena-Mu.’ Allah berfirman,’Engkau dusta! Engkau mempelajari ilmu agar disebut sebagai orang alim,dan engkau membaca Al-Qur’an agar disebut sebagai qari’. Dan hal itu telah dikatakan (di dunia).'”

Jama’ah rahimakumullah

Begitu pula dengan seseorang yang bersedekah, tetapi niatnya bukan karena Allah, melainkan agar dikenal sebagai orang dermawan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم melanjutkan sabdanya:

وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا ، قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلِ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ، قَالَ كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ

“Dan seseorang yang telah Allah luaskan rezekinya dan memberinya
berbagai jenis harta. Maka, ia didatangkan dan diperlihatkan nikmat-nikmat Allah kepadanya, lalu ia mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Tidak ada satu jalan pun yang Engkau cintai untuk diinfaqkan harta kecuali aku telah
berinfaq di dalamnya karena-Mu.’ Allah berfirman, ‘Engkau dusta! Engkau melakukan itu agar disebut sebagai orang dermawan.’ Dan hal itu telah dikatakan (di dunia).”

Inilah bahayanya riya’ dalam ibadah, termasuk dalam sedekah. Alih-alih menjadi amal yang menyelamatkan di akhirat, justru bisa menjadi sebab seseorang masuk neraka. Na’udzubillah min dzalik

Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Di penghujung Ramadhan ini, marilah kita perbanyak istighfar dan doa

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka
ampunilah aku”

Memohon agar semua amal ibadah kita diterima oleh Allah dan dijauhkan dari
kesia-siaan. Semoga kita termasuk orang-orang yang keluar dari Ramadhan
dengan hati yang bersih dan amal yang diterima

اأَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ فَقَالَ:

اللَّهُ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَىَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِّهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالْمُفْسِدِينَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنَا شِرَارَنَا.

اللَّهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا، وَلَا يَخَافُكَ فِينَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *