Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Faidah Hadits Jibril (bagian 1)

Dalam kita Ta’liqot Tarbawiyah ‘ala Al Arba’in An Nawawiyah, diketengahkan faedah dari hadits kedua yang terdapat dalam kitab Hadits Aba’in An Nawawi

عن عمر رضي الله عنه أيضاً ، قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر ، لا يرى عليه أثر السفر ، ولا يعرفه منا أحد ، حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه ، وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم { أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله ، وتقيم الصلاة ، وتؤيتي الزكاة ، وتصوم رمضان ، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلاً } قال : صدقت ، فعجبنا له ، يسأله ويصدقه ، قال فأخبرني عن الإيمان ؟ قال : { أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره } قال : صدقت . قال : فأخبرني عن الإحسان ؟ قال : { أن تعبد الله كأنك تراه ، فإن لم تكن تراه فإنه يراك } قال : صدقت قال فأخبرني عن الساعة ؟ قال : { ما المسؤول عنها بأعلم من السائل } قال : فأخبرني عن أماراتها ؟ قال : { أن تلد الأمة رتبها ، وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان } . ثم انطلق ، فلبثت ملياً ، ثم قال : يا عمر أتدري من السائل : قلت الله ورسوله أعلم . قال : { إنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم } .

 Juga Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Suatu hari, ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat padanya tanda-tanda perjalanan, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk di dekat Nabi ﷺ, lalu menyandarkan lututnya ke lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau, kemudian berkata:

“Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”

Orang itu berkata: “Engkau benar.” Kami pun merasa heran, dia bertanya namun membenarkan jawabannya. Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan kepadaku tentang iman.” Nabi ﷺ bersabda:

“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik dan buruknya.”

Orang itu berkata: “Engkau benar.” Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan.” Nabi ﷺ bersabda:

“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Dia berkata: “Engkau benar.” Kemudian dia bertanya: “Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat.” Nabi ﷺ bersabda:

“Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya.”

Dia bertanya lagi: “Kalau begitu, beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Nabi ﷺ bersabda:

“Tanda-tandanya adalah ketika budak wanita melahirkan tuannya, dan ketika engkau melihat orang-orang miskin yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian layak, dan penggembala kambing berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan yang tinggi.”

Kemudian orang itu pergi, dan aku (Umar) pun terdiam cukup lama. Setelah itu, Nabi ﷺ berkata:

“Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?”

Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda:

“Dia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”

(HR. Muslim)

Faedah Hadist

Faedah Pertama: Pentingnya hadist ini terletak pada penjelasan Nabi ﷺ tentang tingkatan-tingkatan agama. Di akhir hadist, beliau bersabda: “Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian.”

Faedah Kedua: Salah satu metode pengajaran adalah menggunakan gaya tanya jawab.

Faedah Ketiga: Adab dalam menuntut ilmu didahulukan dari pada menuntut ilmu itu sendiri. Oleh karena itu, Jibril menunjukkan adab dalam duduknya sebelum mengajukan pertanyaan.

Faedah Keempat: Hadis ini menunjukkan pentingnya adab seorang penuntut ilmu di hadapan gurunya, karena adab ini memengaruhi sejauh mana manfaat yang bisa ia dapatkan dari gurunya.

Faedah Kelima: Memakai pakaian putih dan merawat rambut bukanlah bagian dari kesombongan.

Faedah Keenam: Bertanya adalah salah satu kunci ilmu. Barang siapa malu bertanya atau merasa sombong untuk bertanya, ia tidak akan mendapatkan ilmu.

Faedah Ketujuh: Menghadiri majelis zikir dan menjaga kehadirannya sangat penting karena banyak manfaat yang bisa diperoleh, yang mungkin terlewat jika tidak hadir.

Faedah Kedelapan: Kesadaran dan perhatian dalam majelis ilmu bermanfaat untuk menjaga ilmu dan menyebarkannya. Oleh karena itu, Umar radhiyallahu ‘anhu mampu mengingat pertanyaan dan jawaban dalam hadis ini.

Faedah Kesembilan: Jika pertanyaan bersifat umum, lebih baik memberikan jawaban yang mencakup hal-hal terpenting. Misalnya, ketika ditanya tentang Islam dan ciri-cirinya, yang sebenarnya mencakup seluruh amal perbuatan, Nabi ﷺ hanya menjelaskan hal-hal yang paling penting, yaitu rukun-rukun Islam.

Faedah Kesepuluh: Jika istilah “Islam” dan “iman” disebutkan dalam satu konteks, maka “Islam” diartikan sebagai amal-amal yang tampak (zahir), sedangkan “iman” diartikan sebagai amal-amal yang tersembunyi (batin), sebagaimana dijelaskan dalam hadis ini.

bersambung, in sya-Allah …

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *