Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Faidah Hadits Jibril (bagian 2)

Dalam kita Ta’liqot Tarbawiyah ‘ala Al Arba’in An Nawawiyah, diketengahkan faedah dari hadits kedua yang terdapat dalam kitab Hadits Aba’in An Nawawi

عن عمر رضي الله عنه أيضاً ، قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر ، لا يرى عليه أثر السفر ، ولا يعرفه منا أحد ، حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه ، وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم { أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله ، وتقيم الصلاة ، وتؤيتي الزكاة ، وتصوم رمضان ، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلاً } قال : صدقت ، فعجبنا له ، يسأله ويصدقه ، قال فأخبرني عن الإيمان ؟ قال : { أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره } قال : صدقت . قال : فأخبرني عن الإحسان ؟ قال : { أن تعبد الله كأنك تراه ، فإن لم تكن تراه فإنه يراك } قال : صدقت قال فأخبرني عن الساعة ؟ قال : { ما المسؤول عنها بأعلم من السائل } قال : فأخبرني عن أماراتها ؟ قال : { أن تلد الأمة رتبها ، وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان } . ثم انطلق ، فلبثت ملياً ، ثم قال : يا عمر أتدري من السائل : قلت الله ورسوله أعلم . قال : { إنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم } .

Juga Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Suatu hari, ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat padanya tanda-tanda perjalanan, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk di dekat Nabi ﷺ, lalu menyandarkan lututnya ke lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau, kemudian berkata:

“Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”

Orang itu berkata: “Engkau benar.” Kami pun merasa heran, dia bertanya namun membenarkan jawabannya. Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan kepadaku tentang iman.” Nabi ﷺ bersabda:

“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik dan buruknya.”

Orang itu berkata: “Engkau benar.” Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan.” Nabi ﷺ bersabda:

“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Dia berkata: “Engkau benar.” Kemudian dia bertanya: “Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat.” Nabi ﷺ bersabda:

“Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya.”

Dia bertanya lagi: “Kalau begitu, beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Nabi ﷺ bersabda:

“Tanda-tandanya adalah ketika budak wanita melahirkan tuannya, dan ketika engkau melihat orang-orang miskin yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian layak, dan penggembala kambing berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan yang tinggi.”

Kemudian orang itu pergi, dan aku (Umar) pun terdiam cukup lama. Setelah itu, Nabi ﷺ berkata:

“Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?”

Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda:

“Dia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”

(HR. Muslim)

 

Faedah Kesebelas: Agama tidak berada pada satu tingkatan yang sama, tetapi terdiri dari beberapa tingkatan yang sebagian lebih tinggi daripada yang lain, yaitu Islam, kemudian Iman, lalu Ihsan.

Faedah Keduabelas: Menanamkan semangat kompetisi dan mendorong semangat tinggi ketika Nabi menyebutkan bahwa ihsan memiliki dua tingkatan, di mana salah satunya lebih sempurna dari yang lain.

Faedah Ketigabelas: Apabila hati telah merealisasikan iman, maka anggota tubuh akan tunduk untuk menjalankan amalan Islam. Oleh karena itu, para ulama yang mendalami ilmu mengatakan: “Setiap mukmin adalah seorang Muslim.” Maksudnya adalah seorang mukmin yang merealisasikan iman yang batin, maka anggota tubuhnya akan tunduk dan beramal.

Faedah Keempatbelas: Muraqabah (pengawasan) Allah dalam ibadah merupakan tingkatan tertinggi dari ihsan, yaitu seseorang menyembah Rabb-nya seolah-olah ia melihat-Nya. Hal ini akan menghasilkan rasa takut, kejujuran, dan keikhlasan yang besar.

Faedah Kelimabelas: Jika seseorang tidak mencapai tingkatan sebelumnya, maka ia harus menyadari bahwa Allah melihat dirinya, amalnya, dan selalu mengawasinya, sehingga ia beribadah kepada Rabb-nya yang Maha Melihat.

Faedah Keenambelas: Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tercermin dalam beragam cara-Nya memberikan petunjuk kepada manusia, terkadang berupa:

  • Wahyu langsung kepada Nabi ﷺ,
  • Kadang melalui perantaraan Jibril ‘alaihissalam,
  • Kadang dalam wujud seorang Arab Badui,
  • Terkadang dalam rupa Dihyah al-Kalbi radhiyallahu ‘anhu, dan sebagainya.

Faedah Ketujuhbelas: Dalil tentang kewajiban shalat selalu menggunakan lafaz “Taqim” (menegakkan) dan bukan “Tu’addi” (melaksanakan). Hal ini disengaja karena tujuan dari shalat adalah agar dilakukan dengan sempurna, tanpa cacat, mencakup seluruh rukun, kewajiban, dan sunnahnya, sehingga memberikan hasil yang diharapkan.

Faedah Kedelapanbelas: Mengatakan “Saya tidak tahu” tidak akan mengurangi derajat seseorang.

Faedah Kesembilanbelas: Apabila seseorang ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui, maka hendaknya ia secara terang-terangan mengatakan “Saya tidak tahu,” meskipun di majelis besar. Sebagaimana yang terjadi pada Umar radhiyallahu ‘anhu ketika ia berkata di awal hadis: “Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi ﷺ,” hal ini tidak menghalanginya untuk mengatakan “Saya tidak tahu.”

Faedah Keduapuluh: Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara khusus mencintai malaikat Jibril ‘alaihissalam di antara para malaikat yang mulia karena:

  • (a) Ia menyampaikan wahyu langsung kepada Nabi ﷺ sebagaimana dalam firman Allah:
    “Diturunkan oleh Ruh yang terpercaya” (QS. Asy-Syu’ara: 193).
  • (b) Pujian Allah kepadanya dalam firman-Nya:
    “Sesungguhnya ini adalah perkataan Rasul yang mulia, yang memiliki kekuatan, di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, berkedudukan tinggi, ditaati di sana dan terpercaya.”
  • (c) Perannya dalam membantu kaum mukminin dalam peperangan melawan orang-orang kafir.
  • (d) Kesungguhannya dalam mengajarkan agama kepada kaum Muslimin, seperti sabda Nabi ﷺ: “Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”

Faedah Keduapuluh Satu: Nabi Muhammad ﷺ meskipun memiliki kedudukan yang agung, namun Allah tidak memberitahukan kepadanya sebagian perkara ghaib yang dikehendaki-Nya dan merahasiakan beberapa hal yang khusus bagi-Nya, seperti ilmu tentang kapan terjadinya kiamat. Nabi ﷺ bersabda: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Oleh karena itu, siapa yang mengklaim bahwa Nabi ﷺ mengetahui perkara ghaib atau mampu melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, maka ia telah berdusta dan berbuat kebohongan.

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *