Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Faidah Hadits Niat (Bagian 3)

Dalam kita Ta’liqot Tarbawiyah ‘ala Al Arba’in An Nawawiyah, diketengahkan faedah dari hadits pertama yang terdapat dalam kitab Hadits Aba’in An Nawawi

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
{ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ }.

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya untuk dunia yang ingin diraihnya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan.”

 

Faedah Kesebelas:
Ibn al-Mubarak berkata: “Betapa banyak amal besar yang menjadi kecil karena niatnya.” .
Indikasi dari hadis ini adalah bahwa seorang laki-laki yang berhijrah telah melakukan salah satu amal terbaik, yaitu hijrah. Namun, amal tersebut menjadi kecil dan pahalanya hilang karena rusaknya niat.

Faedah Keduabelas:
Hal yang paling memalingkan dari dunia dan mengurangi agama adalah syahwat. Oleh karena itu, Nabi ﷺ secara khusus menyebutkannya dengan bersabda, “atau wanita yang ingin dinikahinya.” Padahal hal tersebut sudah termasuk dalam sabda beliau, “dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh.” Dalam hal ini, terdapat petunjuk untuk berhati-hati terhadap syahwat secara khusus.

Faedah Ketigabelas:
Bisikan, pikiran, dan hal-hal yang terlintas dalam niat tidak memengaruhi niat tersebut selama tidak mengubah asal niat. Niat yang rusak adalah niat yang pada asal pembentukannya, penggeraknya, dan permulaannya bukan karena Allah, atau niat tersebut berubah setelah awalnya baik lalu dialihkan dari tujuan asalnya.
Oleh karena itu, disebutkan tentang niat yang rusak dan batil dalam hadis, “Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh,” karena asal niatnya adalah menginginkan dunia (“karena dunia”). Barang siapa yang memahami asal niat ini, ia akan selamat dari keraguan bisikan dan lintasan pikiran dengan izin Allah Ta’ala.

Faedah Keempatbelas:
Hadis ini menunjukkan bahwa ikhlas dalam niat karena Allah dan menginginkan amal untuk mencari wajah Allah adalah perkara yang mudah dicapai dengan izin Allah. Karena Nabi ﷺ menyampaikan hadis ini kepada seorang Arab Badui di tengah padang pasir, kepada orang awam, dan kepada orang yang tidak berilmu. Beliau tidak membatasi hal ini kepada golongan tertentu saja.

Namun, yang sulit adalah menyucikan niat dari kotoran, menyempurnakannya, menguatkannya, dan menjadikannya tulus. Inilah yang menjadi tempat keunggulan seseorang atas yang lain. Barang siapa yang memahami hal ini, ia akan dengan mudah merealisasikan asal niat dan berusaha menyempurnakannya. Tidak seperti anggapan sebagian orang bahwa merealisasikan niat adalah hal yang sangat sulit dan hanya bisa dilakukan oleh sedikit orang saja.

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *