Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/
Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

الحمد لله الذي خلق السماوات والأرض وجعل الظلمات والنور، ثم الذين كفروا بربهم يعدلون. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
Amma ba’du.
Allah, sebagai Pencipta alam semesta, memiliki kebebasan mutlak untuk menciptakan dan memilih sesuai kehendak-Nya. Makhluk tidak punya hak untuk memutuskan atau mempertanyakan pilihan-Nya, karena Allah adalah Zat yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya (untuk tujuan tertentu); mereka tidak memiliki pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Qashash: 68)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Al-Khaliq, Sang Pencipta segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk yang muncul tanpa kehendak dan izin-Nya. Setelah menciptakan, Allah memiliki hak mutlak untuk memilih siapa atau apa yang akan diberi tugas tertentu.
manusia tidak memiliki hak untuk menuntut atau memaksa kehendaknya kepada Allah. Kadang manusia merasa seolah-olah dia lebih tahu apa yang baik untuknya. Padahal, hanya Allah yang mengetahui hikmah di balik segala sesuatu. Seperti kisah Nabi Musa yang tidak memahami tindakan Nabi Khidir sebelum dijelaskan (QS. Al-Kahfi: 65-82).
di aikhir ayat, Allah menegaskan dengan membersihkan diri-Nya dari segala bentuk kekurangan dan persekutuan. Dia tidak membutuhkan makhluk untuk menentukan apa yang harus dilakukan. Tidak seperti manusia yang bergantung pada saran atau masukan dari orang lain.
Sebagai seorang Muslim, kita harus selalu yakin bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Ayat ini mengajarkan kita untuk tunduk kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, percaya kepada hikmah-Nya, dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit seperti iri, dengki, atau merasa lebih tahu dari Allah.
Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang ikhlas menerima takdir dan berusaha untuk selalu ridha dengan keputusan Allah.