Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/
Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)
Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

الحمد لله الذي فرض العبادات وشرع الطاعات، وجعل لكل وقت وظيفته وعبادته، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادة توجب رضا الرحمن، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله سيد ولد عدنان، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Amma ba’du:
Islam tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Keutamaan ibadah tergantung pada kebutuhan waktu dan keadaan. Syariat memberi ruang bagi seseorang untuk menyesuaikan ibadah dengan situasi tanpa kehilangan nilai keutamaannya. Memahami waktu dan keadaan membantu kita lebih sadar dan maksimal dalam beribadah. Fokus seorang Muslim adalah mendahulukan apa yang mendatangkan keridaan Allah, bukan hanya rutinitas ibadah tertentu. Marilah kita jadikan kehidupan kita penuh dengan ibadah yang bermakna, dengan memahami waktu dan keadaan sesuai tuntunan syariat.
sebuah prinsip penting dalam beribadah yang disampaikan oleh ulama besar, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Dalam kitabnya Madarijus Salikin, beliau menyatakan:
“فأفضل العبادة العمل على مرضاة الله تعالى في كل وقت بما هو مقتضى ذلك الوقت ووظيفته،
فأفضل العبادات في وقت الجهاد الجهاد، وإن آل إلى ترك الأوراد من صلاة الليل وصيام النهار، بل ومن ترك إتمام صلاة الفرض، كما في حالة الأمن.
والأفضل في وقت حضور الضيف القيام بحقه، والاشتغال به عن الورد المستحب.
والأفضل في وقت السحر الاشتغال بالصلاة والقرآن والدعاء والذكر والاستغفار.
والأفضل في وقت استرشاد الطالب وتعليم الجاهل الإقبال على تعليمه والاشتغال به.
والأفضل في وقت الأذان ترك ما هو فيه من ورده والاشتغال بإجابة المؤذن.
والأفضل في أوقات الصلوات الخمس الجد والنصح في إيقاعها على أكمل الوجوه، والمبادرة إليها في أول وقتها والخروج إلى المسجد، وإن بعد كان أفضل.
والأفضل في وقت ضرورة المحتاج إلى المعاونة بالجاه أو البدن أو المال الاشتغال بمساعدته وإغاثة لهفته وإيثار ذلك على أوراده وخلْوته.”
“Ibadah yang paling utama adalah melaksanakan sesuatu yang mendatangkan keridaan Allah pada setiap waktu sesuai dengan tuntutan waktu dan tugasnya.
Maka, ibadah yang paling utama pada waktu jihad adalah berjihad, meskipun hal itu mengharuskan meninggalkan wirid seperti salat malam dan puasa siang, bahkan termasuk meninggalkan kesempurnaan salat fardu sebagaimana pada keadaan aman.
Ibadah yang paling utama ketika tamu hadir adalah memenuhi hak tamu dan mengutamakannya daripada wirid yang sunnah.
Ibadah yang paling utama pada waktu sahur adalah salat, membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, dan memohon ampun.
Ibadah yang paling utama ketika ada pelajar yang meminta bimbingan atau orang bodoh yang perlu diajarkan adalah mengutamakan mengajarinya dan sibuk dengannya.
Ibadah yang paling utama ketika azan berkumandang adalah meninggalkan wirid yang sedang dikerjakan dan menyibukkan diri menjawab seruan azan.
Ibadah yang paling utama pada waktu salat lima waktu adalah bersungguh-sungguh melaksanakannya dengan sempurna, segera melaksanakannya di awal waktu, pergi ke masjid meskipun jaraknya jauh, itu lebih utama.
Ibadah yang paling utama pada saat seseorang membutuhkan bantuan, baik dengan status, tenaga, maupun harta, adalah menyibukkan diri membantu kebutuhannya, menghilangkan kesulitannya, dan mengutamakan hal itu atas wirid dan uzlah (menyendiri).”
Dengan melaksanakan ibadah sesuai waktu yang disyariatkan, seorang Muslim belajar untuk hidup teratur dan disiplin. Ini mencerminkan nilai kesungguhan dalam mentaati perintah Allah. Melaksanakan ibadah pada waktu yang disyariatkan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Ibadah tersebut tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, tetapi juga mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Ibadah yang sesuai waktu mengajarkan manusia untuk selalu mengingat Allah di setiap fase kehidupannya, mulai pagi hingga malam. Dengan kata lain, keutamaan ibadah selalu terkait dengan waktu, keadaan, dan kebutuhan seseorang.
Semoga kita selalu diberi taufik untuk melaksanakan ibadah yang mendatangkan keridaan-Nya di setiap waktu.