Pondok Pesantren Salafiyah Al Furqon yang merupakan suatu Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Al Furqon Magelang (Ustadz Muhammad Wujud)

Baca Profil Lengkap https://ppsaalfurqon.ac.id/profil/

Rutinkan Tiap pagi

أنَّ النَّبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ خَرَجَ مِن عِندِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهي في مَسْجِدِهَا، ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهي جَالِسَةٌ، فَقالَ: ما زِلْتِ علَى الحَالِ الَّتي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا؟ قالَتْ: نَعَمْ، قالَ النَّبيُّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: لقَدْ قُلتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لو وُزِنَتْ بما قُلْتِ مُنْذُ اليَومِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.

“Bahwasanya Nabi ﷺ keluar dari rumah Juwayriyah radhiyallahu ‘anha pada pagi hari setelah melaksanakan shalat Subuh, sedangkan ia (Juwayriyah) sedang berada di tempat ibadahnya. Kemudian Nabi ﷺ kembali setelah waktu Dhuha, dan ia masih duduk di tempatnya. Nabi ﷺ pun bertanya, ‘Apakah engkau masih dalam keadaan seperti saat aku meninggalkanmu?’ Juwayriyah menjawab, ‘Iya.’

Lalu Nabi ﷺ bersabda: *’Sungguh, aku telah mengucapkan setelah meninggalkanmu empat kalimat sebanyak tiga kali. Jika kalimat-kalimat tersebut ditimbang dengan dzikir yang engkau ucapkan sejak pagi ini, maka kalimat-kalimat itu lebih berat timbangannya. Kalimat-kalimat itu adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Maha Suci Allah dengan segala pujian untuk-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebanyak yang menyebabkan keridhaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta yang digunakan untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (HR. Muslim)

Nabi Muhammad ﷺ dikenal dengan kemampuan menyampaikan kalimat yang ringkas namun penuh makna. Beliau juga sering mengajarkan dzikir dan doa kepada para sahabatnya yang pahalanya besar dan bobotnya berat di timbangan amal. Salah satu dzikir istimewa tersebut diceritakan oleh Ummul Mukminin, Juwayriyah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha diatas.

Dzikir ini mengandung pujian kepada Allah dengan jumlah yang tak terhingga, sebagaimana ciptaan dan kalimat-kalimat-Nya yang tak terbatas. Melalui sabda ini, Nabi ﷺ memberikan kemudahan bagi umatnya untuk meraih pahala besar tanpa harus bersusah payah.

Hadis ini menunjukkan keutamaan dzikir diatas, serta betapa besarnya pahala bagi siapa saja yang mengamalkannya sesuai jumlah yang diajarkan.

Mari kita jadikan dzikir ini sebagai amalan harian untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlipat ganda.

Postingan ini menarik? yuk bagikan ke media sosial anda sekarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *